PRESENTASI 4

PRESENTASI 4
CAMILAN

PENGERTIAN MAKANAN KHAS DAERAH
Makanan tradisional/khas adalah makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat tertentu, dengan citarasa khas yang diterima oleh masyarakat tersebut. Bagi masyarakat Indonesia umumnya amat diyakini khasiat, aneka pangan tradisional, seperti tempe, tahu, bawang putih, madu, temulawak, gado-gado, kacang hijau, ikan laut, ikan darat dll. Karena disamping khasiat, makanan tradisional Indonesia juga mengandung segi positip yang lain seperti: Bahan-bahan yang alami, bergizi tinggi, sehat dan aman, murah dan mudah didapat, sesuai dengan selera masyarakat sehingga diyakini punya potensi yang baik sebagai makanan
Makanan tradisional Indonesia adalah segala jenis makanan olahan asli Indonesia, khas daerah setempat, mulai dari makanan lengkap, selingan dan minuman, yang cukup kandungan gizi, serta biasa dikonsumsi oleh masyarakat daerah tersebut dengan beragam dan bervariasinya bahan dasar, maka dapat dihasilkan bermacam-macam jenis makanan tradisional yang sedemikian rupa sehingga menjadi makanan yang lezat dan gizi seimbang. Demikian juga cara pengolahannya dilakukan dengan beragam dan bervariasi seperti: Dengan membakar/memanggang, pengasapan, pemepesan, pengukusan, menggoreng dan menumis. makanan tradisional Indonesia dipengaruhi oleh kebiasaan makan masyarakat dan menyatu di dalam sistim social budaya berbagai golongan etnik di daerah-daerah. Makanan tersebut disukai , karena rasa, tekstur dan aromanya sesuai dengan seleranya. Demikian juga dengan kebiasaan makan khas daerah umumnya tidak mudah berubah, walaupun anggota etnik bersangkutan pindah ke daerah lain.
“Ceker ayam” yang merupakan hasil samping dari rumah potong ayam atau pengusaha ayam potong yang dijual dalam bentuk sudah disembelih dan dibersihkan bulunya selama ini praktis hanya digunakan untuk masak sup atau direbus untuk diambil kuahnya atau kaldunya saja. Padahal cakar ayam dapat didayagunakan untuk mendapatkan nilai ekonomis yang lebih tinggi.
Jenis makanan yang berasal dari hasil samping budi daya ayam termasuk kripik ayam ini mulai banyak diproduksi di daerah-daerah yang banyak menghasilkan ayam broiler misalnya di Jawa Timur; Kabupaten Sidoarjo, Jombang, Mojokerto. Untuk Kabupaten Sidoarjo budi daya ini dilakukan oleh masyarakat wilayah Kecamatan Krian sudah ada pedagangnya, dan memasok ceker ayam terbatas di daerah kota besar Surabaya. Harganya pun cukup mengundang minat bagi yang ingin memproduksinya untuk dijadikan kripik ceker ayam yaitu anatara Rp 30.000 sampai Rp 35.000 per kilogramnya.
CEKER AYAM

Berikut fakta gizi 1 ceker Ayam terhadap % dari nilai kebutuhan harian menurut USDA :
  • Kalori 73
  • Kalori dari Lemak 45
  • Total Lemak 4.96g  8%
  • Lemak Jenuh 1.333g  7%
  • Lemak tak jenuh ganda 1.013g
  • Lemak tak jenuh tunggal 1.87g
  • Kolesterol 29mg 10%
  • Sodium 23mg 1%
  • Kalium 11mg
  • Jumlah Karbohidrat 0.07g  0%
  • Serat 0g 0%
  • Gula 0g
  • Protein 6.6g
  • Vitamin A 0% Vitamin C 0%
  • Riboflavin 4%
  • Vitamin B12 3%
  • Zat besi 2%
  • Tembaga  2%
  • Fosfor 3%
  • Kalsium 3%
Terdapat 73 kalori dalam 1 ceker ayam, dengan rincian: 63% lemak , 0% karbohidrat, dan 37% protein.


















ES KRIM NANAS

Es krim dapat didefinisikan sebagai makanan beku yang dibuat dari produk susu (dairy) dan dikombinasikan dengan pemberi rasa (flavor) dan pemanis (sweetener) (David, 1994). Menurut Standar Nasional Indonesia, es krim adalah sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung es krim atau campuran susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dan dengan atau tanpa bahan makanan lain yang diizinkan. Campuran bahan es krim diaduk ketika didinginkan untuk mencegah pembentukan Kristal es yang besar. Secara tradisional, penurunan temperatur campuran dilakukan dengan cara mencelupkan campuran ke dalam campuran es dan garam.
Hampir semua es krim diproduksi dari campuran produk susu (dairy);berupa susu, krim, maupun padatan lemaknya; minyak sayur atau mentega, pemanis, penstabil, dan pengemulsi. Pemberi/penguat rasa (flavor), pewarna (color), dan bahan lain dapat ditambahkan pada tahap akhir proses produksi. (Person, 1980)
Pada umumnya, campuran tersebut hanya membentuk 50% dari volume akhir es krim, sisanya merupakan udara yang dicampurkan pada proses whipping. (Person, 1980)
Secara umum, komposisi bahan-bahan pembuat es krim adalah sebagai berikut: 10-16% lemak susu (milkfat), 9-12% padatan susu bukan lemak (milk solids-non-fat, MSNF), 12-16% pemanis, 0,2-0,5% penstabil (stabilizer) dan pengemulsi (emulsifier), dan 55-64% air. (Pearson, 1980)
Berdasarkan komposisinya, es krim terbagi menjadi empat kategori, yaitu kategori ekonomi (economy brand), kategori standar (standard brand), kategori premium (premium brand), dan kategori super premium (super premium brand) (Person, 1980). Perbedaan komposisi yang mendasari pembagian kategori dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2 Perbedaan Komposisi Jenis-Jenis Es Krim
Komposisi
Jenis Es Krim
Ekonomi
Standar
Premium
Super Premium
Kandungan Lemak
≤ 10%
10% – 12%
12% – 15%
15% – 18%
Total Padatan
≤ 36%
36% – 38%
38% – 40%
≥ 40%
Overrun
≥ 120%
100% – 120%
60% – 90%
25% – 40%
Biaya Produksi
Relatif  rendah
Rata-rata
Di atas rata-rata
tinggi

   
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar